Aku dan hanya aku yang tau apa yang kurasakan saat ini. Saat dunia terasa gelap karena rasa yang begitu pilu mendera dalam dada, saat harus kulepas semua impian yang begitu sangat indah. Sakit...mungkin kata itu yang tepat saat kudapati ragaku yang telah berdiri sendiri tanpa ada lagi seseorang yang menopang hatiku. Semua berlalu begitu cepat meski kemarau belum berujung.
Tak tau lagi harus bagaimana kaki ini melangkah, aku telah hancur dalam rasa yang takkan bisa kuingkari selamanya. Mungkin ragaku masih bisa berbohong untuk menutupi semua bayang-bayang kesedihan yang sudah terlalu dalam. Aku jatuh dan terus terjatuh dalam rasa yang tak pernah kumengerti, dalam diam aku terpuruk dan dalam keterpurukan aku terdiam, tanpa ada seseorang yang dapat mengerti apa yang ada didalam perihnya waktu berlalu.
Mungkin diriku takkan lagi mampu mencoba, karena memang ini sudah terlalu dalam untuk aku bangkit dari gejolak rasa yang terkhianati. Merangkak dalam getirnya rasa yang terabaikan, semua yang telah terlewati menjadi satu kenangan yang takkan mungkin terhapus meskipun hujan mengalir dalam kesendirian.
Maaf jika kemunafikan yang dapat aku tunjukkan dalam indahnya senyumanmu. Luka dan hanya luka yang bisa aku berikan dalam perjalanan cinta yang sebenarnya indah dalam impian. Semua terasa manis disaat kita bersama-sama memejamkan mata, namun penyesalan yang membayangi disaat kita terjaga.
Hanya keajaiban yang dapat menyatukan hati yang terluka. Apa yang kita lihat melalui kedua mata terkadang bukan sebuah ungkapan dari kata hati yang sesungguhnya. Aku mengerti dan benar-benar mengerti apa yang sesungguhnya terjadi diantara dua hati yang sedang mencoba untuk menggapai bintang. Namun semua itu hanya mimpi indah yang takkan pernah terwujud sampai kapanpun, meski darah harus tertumpah sia-sia dalam ribuan isak tangis.
Percayalah apa yang pernah terucap dari kata takkan pernah terhapus waktu, karena memang pria sejati tak pernah ingkar janji, meski kedua raga itu tak pernah bisa menyatukan dua hati yang saling memiliki.
Semoga kelak rasamu dan rasaku sama-sama memiliki hati yang tak pernah teringkari waktu, meski kau bukan terlahir untukku dan ku bukan tercipta untukkmu agar semua perasaan indah yang telah terluka tak tersia-siakan dalam gelapnya ruang yang berliku.
Just for My Ex, aku berharap semoga suatu saat kamu membaca ini.. :)
[Read More..]
Tak tau lagi harus bagaimana kaki ini melangkah, aku telah hancur dalam rasa yang takkan bisa kuingkari selamanya. Mungkin ragaku masih bisa berbohong untuk menutupi semua bayang-bayang kesedihan yang sudah terlalu dalam. Aku jatuh dan terus terjatuh dalam rasa yang tak pernah kumengerti, dalam diam aku terpuruk dan dalam keterpurukan aku terdiam, tanpa ada seseorang yang dapat mengerti apa yang ada didalam perihnya waktu berlalu.Mungkin diriku takkan lagi mampu mencoba, karena memang ini sudah terlalu dalam untuk aku bangkit dari gejolak rasa yang terkhianati. Merangkak dalam getirnya rasa yang terabaikan, semua yang telah terlewati menjadi satu kenangan yang takkan mungkin terhapus meskipun hujan mengalir dalam kesendirian.
Maaf jika kemunafikan yang dapat aku tunjukkan dalam indahnya senyumanmu. Luka dan hanya luka yang bisa aku berikan dalam perjalanan cinta yang sebenarnya indah dalam impian. Semua terasa manis disaat kita bersama-sama memejamkan mata, namun penyesalan yang membayangi disaat kita terjaga.
Hanya keajaiban yang dapat menyatukan hati yang terluka. Apa yang kita lihat melalui kedua mata terkadang bukan sebuah ungkapan dari kata hati yang sesungguhnya. Aku mengerti dan benar-benar mengerti apa yang sesungguhnya terjadi diantara dua hati yang sedang mencoba untuk menggapai bintang. Namun semua itu hanya mimpi indah yang takkan pernah terwujud sampai kapanpun, meski darah harus tertumpah sia-sia dalam ribuan isak tangis.
Percayalah apa yang pernah terucap dari kata takkan pernah terhapus waktu, karena memang pria sejati tak pernah ingkar janji, meski kedua raga itu tak pernah bisa menyatukan dua hati yang saling memiliki.
Semoga kelak rasamu dan rasaku sama-sama memiliki hati yang tak pernah teringkari waktu, meski kau bukan terlahir untukku dan ku bukan tercipta untukkmu agar semua perasaan indah yang telah terluka tak tersia-siakan dalam gelapnya ruang yang berliku.

Just for My Ex, aku berharap semoga suatu saat kamu membaca ini.. :)
Kali ini aku pengen bahas tentang CHMOD (Change Mode). Pertama kali aku kenal sama yang namanya permrograman web bingung juga sih dengan yang namanya CHMOD. Aku pikir itu istilah undian berhadiah, eh ternyata secorak setting perijinan akses read-write folder/files ecara manual, hehehe..




